Riedl Melunak pada PSSI, Irfan Bachdim cs. Bakal Dicoret

Sikap keras Alfred Riedl untuk tidak mau direcoki oleh siapapun dalam memilih pemain dan menentukan suad tim nasional Indonesia nampaknya mulai melunak. Pelatih asal Austria ini agaknya sudah ‘menyerah’ pada tekanan PSSI untuk tidak memilih pemain yang bergabung dalam Liga Primer Indonesia (LPI).

Perubahan sikap itu nampak jelas dari pernyataan Riedl Kamis (6/1) lalu, yang akan mencoret idola baru sepakbola nasional, Irfan Bachdim, karena Irfan bermain di LPI. “Bagi saya simpel. Jika seorang pemain tidak bermain di kompetisi resmi FIFA, maka ia tidak akan bisa bermain di tim nasional,” katanya Riedl.

Sikap baru Alfred Riedl ini sama saja dengan menolak Irfan Bachdim dan sembilan pemain klub-klub perseta LPI bergabung di tim U-23 yang tengah ia siapkan menghadapi babak penyisihan Pra Olimpiade dan SEA Games.

Sikap ini jelas bertentangan dengan apa yang diperlihatkan Alfred Riedl beberapa hari ini yang meminta Badan Tim Nasional juga memanggil ke-10 pemain yang bernaung di LPI. Ia juga menolak wewenangnya untuk memutuskan siapa pemain yang akan bergabung di tim nasional direcoki oleh pengurus PSSI.

Ia misalnya sempat berkata, “Ketua umum PSSI (Nurdin Halid) bisa mendepakku kapan saja. Tapi, sepanjang saya masih menjadi pelatih timnas, maka saya yang menentukan bagaimana cara timnas bermain dan siapa akan bermain.”

Tapi sekarang nampaknya sudah berubah. Alfred Riedl seperti mengulang kesalahannya di waktu lalu yang tidak menolak para pemainnya diboyong kesana kemari oleh pengurus PSSI untuk acara yang tidak ada kaitannya dengan sepakbola, padahal timnya harus berkonsentrasi penuh menghadpi semifinal dan final Piala AFF Desember lalu. Riedl memang tidak puas dan menggerutu karena disiplin keras yang diterapkannya saat itu mudah sekali dipatahkan oleh kepentingan pribadi dan politik para petinggi PSSI.

Kini ia kembali mengalah pada para petinggi PSSI yang hanya mementingkan gengsi pribadi mereka itu. Ketegasan yang sempat ia tunjukkan dengan tetap memanggil Irfan Bachdim cs. meski tahu Irfan dan lainnya itu akan bermain di LPI, kini luntur sudah. Kalau Riedl jujur dengan alasannya, bahwa ia akan mencoret pemain yang berlaga di kompetisi LPI, kenapa ia memanggil mereka ke seleksi? Padahal ia tahu mereka akan bermain di LPI.

Jelas yang terjadi adalah perubahan sikap Alfred Riedl. Ia kembali masuk dalam permainan kotor para petinggi PSSI.

Dan sebagai akibatnya, Irfan Bachdim, Kim Jeffry Kurniawan, Andi Odang, Andik Firmansyah, dan para pemain muda potensial Indonesia lainnya harus menjadi korban dan tumbal gengsi para petinggi PSSI, yang kini juga direstui Riedl.*

One response to this post.

  1. Posted by shinta haarys bachdim on January 12, 2011 at 10:26 am

    Alfred riedl, unjust rather than selecting best but instead select;chooses which is not not professional in working.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: