IRFAN BACHDIM Tetap Dipanggil PSSI Ikut Latihan Tim U-23

IRFAN BACHDIM: Bintang Muda Sepakbola Indonesia

Meski diancam tak bisa memperkuat tim nasional oleh PSSI, nama Irfan Bachdim tetap tercantum dalam daftar 84 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi tim nasional U-23, yang dipersiapkan mengikuti babak penyisihan Pra Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Turut pula dipanggil rekan satu tim Bachdim, Kim Jeffry Kurniawan (19).

Kedua pemain klub Persema Malang tersebut sama-sama masuk seleksi gelombang pertama pada 6 Januari mendatang, yang diikuti 33 pemain dari klub-klub peserta LSI (Liga Super Indonesia) dan LPI (Liga Primer Indonesia). Sedang 61 pemain lainnya akan ikut dalam seleksi gelombang kedua (10/1) dan ketiga (14/1).

Namun, meski dipanggil ikut seleksi, Irfan bersama tiga pemain eks Piala AFF lalu, akan langsung mengikuti pelatnas tanpa perlu lagi mengikuti seleksi. Tiga pemain lainnya yang langsung masuk pelatnas adalah Kurnia Mega dan Yongky Aribowo (Arema Indonesia) dan Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC). Sedang seorang pemain lagi eks Piala AFF, Johan Johansyah (Persijap Jepara) dijadwalkan bergabung dalam seleksi gelombang III.

Selain Irfan dan Kim Kurniawan, ada enam pemain lainnya yang berasal dari tiga klub peserta LPI yang dipanggil ikut seleksi tahap pertama. Mereka adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah (Persebaya Surabaya), Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi, dan Rachmat (PSM Makassar).

PSSI telah menghukum klub-klub yang mengikuti LPI, yang dianggap PSSI sebagai kompetisi ilegal karena tak bernaung di bawah PSSI. Para pemain yang bernaung di bawah LPI juga diancam dipecat dari tim nasional. Ancaman ini kontan mengundang kecaman dari publik, pengamat sepakbola, dan pemerintah. Menteri Negara dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng menyebut ancaman PSSI itu sebagai sikap diskriminatif.

“Pada prinsipnya itu. Putra-putri terbaik bangsa berhak untuk mewakili tim nasional Indonesia. Tak perlu ada diskriminasi,” kata Andi di Jakarta, Selasa, (3/1). Menurutnya, dalam prinsip anti diskriminasi disebutkan, semua pemain di cabang olahraga apapun yang memiliki bakat berhak dipanggil untuk membela panji Merah Putih.

“Tidak boleh lantas dia tidak dipilih karena partai politik, kesukuan, agama atau asal klub. Irfan memiliki kemampuan dan dia berhak masuk timnas,” tegas Menpora.

Para penggagas LPI dan pengamat sepakbola nasional melihat LPI sebagai wadah kompetisi alternatif dari Liga Super Indonesia (LSI) yang dinilai korup dan sarat dengan suap pengaturan skor. Klub-klub peserta LSI juga membebani APBD karena mendapat kucuran dana miliaran rupiah dari kas daerah. Sebaliknya LPI menggagas liga yang independen dari APBD, dan menjanjikan pembagian keuntungan yang besar bagi klub anggotanya.

One response to this post.

  1. Posted by Amalia on January 7, 2011 at 8:55 am

    Irfan..good job!!
    do the best for all.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: